Header Ads

  • Breaking News

    Cemburu Seorang Pria Dalam Pandangan Islam

    Assalamu'alaikum wr.wb..


    Selamat siang pemirsa....
    Setelah dalam perjumpaan kemaren dengan cerita pendek " Ku Mohon Ampunan-Mu ",, tentang sebuah tantangan seorang wanita berhijab di tengah era modernisasi kehidupan di lingkungan tempat prostitusi.
    Dalam perjumpaan kali ini saya Djacka Artub, admin tunggal dari arektuban.com, akan mengupas tuntas bawang bombai dengan pisau berkarat yang tajam setajam silet...!!! Uppsss....!!!
    Maksud saya mengupas tentang cemburu menurut pandangan islam (terutama cemburunya seorang pria)...
    Sifat dan rasa cemburu itu pada dasarnya memang ada yang di larang jika itu tanpa di dasari alasan dan bukti yang kuat. Namun ada juga cemburu yang di anjurkan dalam agama islam..
    Cemburu yang dibangun di atas imajinasi, dan buruk sangka hanyalah akan merusak sebuah hubungan. Ia tak lebih dari mengikuti hawa nafsu semata.
    Padahal ia sendiri tak mengetahui persoalan kecuali menuruti perasaan dan emosi sesaat saja. Bahkan boleh jadi cemburu tersebut lalu ditunggangi oleh pihak ketiga yang ingin merusak keutuhan rumah tangga seseorang.

    Dalam kehidupan sehari2, sering kali kita menilai bahwa sifat cemburu lebih besar kemungkinan terjadi pada kaum wanita.
    Karena memang Cemburu itu merupakan pembawaan kaum wanita. Tidak Jarang seorang wanita cemburu gara-gara perkara yang sepele. Karena itu seorang suami harus menjaga diri terhadap hal yang demikian dan hendaknya jangan sampai keliru dalam meluruskan masalah.

    Namun bukan berarti seorang pria (suami) tidak mempunyai sifat atau rasa cemburu.. Justru seorang pria di tuntut untuk memiliki rasa cemburu kepada keluarganya, terlebih kepada istrinya..
    Adapun kecemburuan seorang pria pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut "dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya.
    Dan dengan adanya kecemburuan ini, maka akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya.
    Adapun contoh kecemburuan pria (suami) pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau mereka telanjang (membuka aurat) atau membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.
    Namun anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain.
    Sesungguhnya Rasulullah SAW. telah mensifati seorang pria yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu "Dayyuts"


    Rasulullah SAW. bersabda:
    .
    “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga, dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayyuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

    Dayyuts adalah suami/kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.
    Suami dituntut untuk memiliki cemburu kepada istrinya agar terjaga rasa malu dan kemuliaannya. Cemburu ini merupakan fitrah manusia dan termasuk akhlaq mulia.
    Cemburu ini dapat menjaga dan melindungi harga diri dan keluarga dari tindakan melanggar syariat.
    Kerusakan akhlaq dan moral atas nama modernitas telah mengikis rasa cemburu ini.
    Suami tidak lagi sensitif dengan penampilan istri yang mencolok, busana yang tidak menutup aurat, istrinya digoda orang lain, istrinya berkhalwat dengan pria lain, dan Akibatnya pintu perselingkuhan terbuka lebar hingga berujung pada kehancuran rumah tangga.
    .
    "Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang."
    Nabi SAW bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad..?
    Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari).

    "Sesungguhnya Allah cemburu, orang beriman cemburu, dan cemburuNya Allah jika seorang Mu'min melakukan apa yang Allah haramkan atasnya" (HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).
    Nah,, Bagi seorang pria (suami), rasa cemburu terhadap istrinya sangat di anjurkan dalam islam, karena seorang suami berkwajiban menjaga kehormatan dan kemuliaan keluarganya, serta mempertanggung jawabkannya kelak di alam akherat..
    Firman Allah;
    “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka . . .” (QS. At-Tahrim: 6)
    Jadi, cemburu itu di perbolehkan dalam ajaran agama islam sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah di sebutkan di atas...
    Sedangkan yang tidak di perbolehkan adalah cemburu tanpa dasar alasan yang jelas, berburuk sangka mengikuti hawa nafsu semata hingga mengakibatkan kehancuran pada keluarganya...
    Dan dalam hal ini di sebut cemburu buta . Yaitu rasa cemburu yang tidak lagi mau melihat kebenaran dan dasar-dasar alasan kecemburuannya hingga menyebabkan tindakan membabi buta .. :-D
    Juga bisa di sebut cemburu tuli, yaitu rasa cemburu yang tidak lagi mau mendengar kebenaran yang sesungguhnya, sehingga ia melakukan tindakan2 dengan membabi budheg... haduuuhhh....
    Oke sobat.....
    Mungkin cukup sekian celotehan dari saya, dan silahkan di saring, ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk...
    Cukup sekian dan mohon maaf atas segala kekurangan, dan juga jangan lupa untuk mengoreksi, jika ada kata yg salah mohon bantuannya untuk membenarkan..
    Sekali lagi saya tekankan, bahwa saya tidak bermaksud menggurui siapapun, tetapi saya hanya ingin membagikan apa yang aku ketahui...
    Selamat siang dan selamat beraktifitas....
    Wassalamu'alaikum wr.wb..


    *dari berbagai sumber...

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad