Gita Cinta Di Bis Kota

Assalamu'alaikum wr.wb...
Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat ulang tahun mywapblog ke 6, yang jatuh pada 10 september kemarin.
Semoga di usianya yang kian bertambah, bertambah maju dan sukses pula buat mywapblog, owner dan juga para usernya.. Amiin...


  • Di bawah ini hanya cerita fiktif
    Mohon ma'af apa bila ada kesamaan
    Nama
    Tempat dan
    Kejadian.

Gita Cinta Di Bis Kota
Di tengah hiruk pikuk keramaian kota, Joni dengan suara merdunya melantunkan beberapa buah lagu yang di iringi petikan gitar dari tangannya..
Dari bis ke bis, Joni terbiasa melantunkan lagu untuk menghibur para penumpang di bis kota.

Bukan karena malas bekerja, tapi Joni melakukan hal itu untuk menunggu panggilan dari beberapa surat lamaran kerja yang telah ia kirimkan ke berbagai perusahaan.
Joni tidak malu menjadi pengamen, selagi dirinya tetap menjaga kesopanan dan mencari rizeki yang halal untuk mencukupi kebutuhan hidup. Karena memang dia hanya anak seorang penjual kopi di pinggir jalan.

"Rizeki itu bukan di nanti, tapi harus di jemput.." Kata² ayahnya itu menjadi motivasi bagi Joni untuk menjemput rizeki sesuai bidang yang di gemarinya, yaitu menyanyi dan bermain gitar.

Dengan berbekal keahliannya bermain gitar dan suara merdunya, Joni nekat ngamen meski sebenarnya kedua orang tuanya tak setuju jika dirinya harus ngamen.

"Mau kemana kamu Jon...??" Tanya ayahnya ketika Joni membawa gitar dan pamitan ke ayah ibunya.

"Joni mau ngumpul bareng teman-teman Yah.." Joni langsung pergi setelah berpamitan sama orang tuanya.
Dalam hati Joni berpikir, dia telah berdosa karena bohong sama orang tua. Tapi jika dirinya berkata jujur, pasti orang tuanya tak akan mengijinkan jika dirinya akan pergi ngamen di bis kota.
Sengatan terik matahari begitu membakar kulit di tengah hiruk pikuk keramaian kota dan lalu lalang kendaraan.
Joni memasuki sebuah bis kota yang sedang berhenti di pinggir jalan di tempat pemberhentian bis di jalan kupang surabaya.
Setelah memberi salam kepada para penumpang, Joni langsung menyanyikan sebuah lagu dan di iringi petikan gitarnya, dan membuat sebagian para penumpang begitu menikmati alunan suara merdunya.

Di bangku bis bagian belakang, Joni melihat seorang gadis berkerudung biru tersenyum melihat kepiawaian permainan gitar Joni yang sangat memukau, apa lagi di tambah alunan merdu lagu rindu yang keluar dari mulut Joni.

Setelah dua lagu usai di nyanyikan, Joni langsung mengeluarkan plastik bekas bungkus permen untuk menarik receh dari para penumpang.
Dari bangku ke bangku, Joni menyodorkan plastik kepada para penumpang, dan sampailah di bangku paling belakang di mana gadis berkerudung itu duduk.

Dengan senyum ramah, Joni menyodorkan plastik bungkus permennya kepada gadis berkerudung tersebut. Namun gadis itu tak langsung memberikan uang untuk Joni meski di tangan gadis itu telah menggenggam selembar uang sepuluh ribu.

"Mas suaranya bagus... Bisa nyanyiin satu lagu lagi buat saya nggak.."? suara gadis itu membuat Joni tersenyum tanda menyetujui permintaannya untuk menyanyikan sebuah lagu.

"Mbak mau aku nyanyiin lagu apa nih..?" tanya Joni pada gadis itu seraya memasukkan kantong plastiknya ke saku.

"Lagu yang romantis gitu.... Seperti yang udah Mas nyanyiin tadi..." sambil menyodorkan uang sepuluh ribu yang sudah di genggamnya dari tadi, gadis itu menyebutkan sebuah lagu permintaannya.

"Mbak punya kenangan dengan lagu itu yaa...?"dengan senyumnya yang mengembang, Joni menggoda gadis yang request lagu darinya tersebut.

"Aahh.. Kamu bisa aja... Udah buruan di nyanyiin... entar uangnya aku ambil lagi lhooo..." balas gadis itu dengan tetap tersenyum manis penuh canda.

"Baiklah Nona manis...." dengan penuh canda juga, Joni segera memetik gitarnya yang kemudian di susul dengan alunan suara emasnya untuk menyanyikan sebuah lagu "Dirimu satu " yang di populerkan oleh group band ungu.

"I will always love you kekasihku
Dalam hidupku hanya dirimu satu
I will always need you cintaku
Selamanya takkan pernah terganti...

Ku mau menjadi yang terakhir untukmu
Ku mau menjadi mimpi indahmu

Cintai aku dengan hatimu
Seperti aku mencintaimu
Sayangi aku dengan kasihmu
Seperti aku menyayangimu

I will be the last for you
And you will be the last for me..."

Setelah lagu usai, serentak tepuk tangan dari para penumpang lain ikut meramaikan suasana perjalanan dalam bis kota yang membuat Joni tersenyum nyengir..

Tanpa terasa, sampailah di sebuah terminal, dan para penumpang pun turun dari bis kota dan melanjutkan perjalanan masing-masing. Tak terkecuali Joni dan gadis berkerudung biru tersebut.
Menjelang senja, Joni sampai di rumah dan langsung mendapat ceramah dari ayahnya. Joni hanya terdiam merasa bersalah sama ayah dan ibunya setelah mereka tau kalau Joni bukan pergi menemui teman-temanya karena siang harinya teman Joni yang biasanya sering berkumpul sama Joni mencari Joni ke rumahnya.

"Seharian kamu kemana saja jam segini baru pulang..."? dengan nada marah, ayah Joni melontarkan pertanyaan sama Joni, dan Joni hanya tertunduk dengan diam.

"Ma'af Yah... tadi Joni habis ngamen di bis..." jawaban Joni membuat ayahnya makin marah dan menghancurkan gitar Joni hingga berkeping-keping.

"Ayah memang selalu menasehati kamu untuk selalu berusaha mendapatkan rizeki dari Allah... Tapi ayah tidak ingin kamu menjadi seorang pengamen.." Bentakan dari ayahnya membuat Joni semakin takut dengan kemarahan ayahnya. Apa lagi gitarnya juga sampai di hancurkan oleh ayahnya.

Meski sudah satu bulan Joni menjadi pengamen, tapi baru kali ini Joni ketahuan dan mendapat marah dari ayahnya. Itu di sebabkan karena sebelumnya Joni tidak pernah telat pulang dari ngamen, dan saat berangkat ngamen Joni lupa tidak memberi tahu ke teman²nya seperti hari² biasanya.

Malam hari Joni tak dapat memejamkan matanya. Dia merasa sangat bersalah telah membohongi dan melanggar larangan dari ayahnya.
Selain itu, Joni juga masih teringat senyuman manis gadis yang ia temui saat ngamen di bis kota..
"Apakah aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama..??
"Ahhh.... tidak mungkinlah aku akan jatuh cinta sama gadis itu.. Dia dan aku kan ibarat perbedaan antara langit dan bumi...."
hayalan Joni melambung melayang tanpa batas membayangkan keindahan senyum gadis di bis kota itu.
***************
Pagi yang cerah, secerah wajah gadis berkerudung yang berdiri di halte untuk menunggu bis kota yang akan melintas.
Meski sudah berkali-kali bis kota lewat dan berhenti di depan halte tempat gadis itu menunggu, namun gadis itu tak jua beranjak naik bis kota yang lewat dan berhenti di depannya. Sepertinya gadis itu sedang menunggu seseorang.

Bis ke sepuluh berhenti di depan halte. Dalam kerumunan penumpang bis, seseorang sedang memainkan gitar terlihat oleh gadis itu, segeralah gadis berkerudung itu naik bis yang berhenti di depannya itu. Tapi betapa kecewanya gadis itu saat pengamen dalam bis kota itu bukan Joni. Sementara bis kota telah melaju kencang.

"Maaf mas,, mas kenal nggak sama pengamen yang gitarnya ada tulisan "Kaulah satu-satunya."? sang gadis memberanikan diri unuk bertanya pada pengamen itu setelah usai benyanyi.

"Maksud mbak, si Joni...?? kalau si Joni sih aku kenal mbak.. meski dia belum lama ngamen, tapi dia itu orangnya ramah dan mudah bergaul dengan kami para pengamen.." cerocos pengamen itu menjelaskan secara detail tentang diri Joni.

"ohh.. nama dia Joni ya mas....??
eeemmm...... sekarang dia di mana ya mas,, dari tadi tiap ada bis yg berhenti di halte, aku lihat kok gak nampak ada dia...??"
tanya gadis itu semakin penasaran dengan Joni.

"Wahhh..... kayaknya mbak ini sang pengagum rahasianya Joni yaa....??" Selidik dengan canda pengamen itu membuat gadis yg bertanya menjadi malu karena gurauan pengamen tersebut mengundang tawa para pebumpang bis kota.

"ehhh.... jangan ngawur ya... dia itu pernah nolongin aku saat aku terjatuh ketika turun dari bis...!!" sergah sang gadis dengan mencari-alasan untuk menutup rasa malunya pada para penumpang bis kota dengan berpura-pura marah.

"Aku kan cuma becanda mbak... kenapa marah..." balas sang pengamen tetap dengan candaannya.

"Sekarang katakan dimana dia berada...?" tambah sang gadis dengan raut muka kesal yang di buat-buat.

"Sejak seminggu lalu, Joni udah gak ada ngamen lagi mbak.. Terus dua hari yang lalu aku ketemu sama dia di pom bensin. Joni bercerita kalau gitarnya di hancurkan orang tuanya saat ia ketahuan ngamen.. pengamen itu menjelaskan pada sang gadis tentang yang sebenarnya terjadi sama Joni.
Bis berhenti di lampu merah, dan pengamen teman Joni itu pun segera meloncat keluar dari bis.
"Kalau ketemu sama Joni, bilang kalau minggu depan di tunggu Gita di taman kota .."Dengan suara keras, gadis itu berteriak pada pengamen dari dalam bis kota.

Dalam perjalanan Gita berpikir untuk membeli sebuah gitar untuk Joni. "Joni sangat berbakat dalam bermain gitar dan menyanyi.. Tak ada salahnya jika aku membelikan gitar untuknya agar bakatnya terus terasah.." ****
Dengan senyumnya yang mengembang, Gita berjalan menuju toko gitar yang ada di kota tempat tinggalnya untuk membeli sebuah gitar buat Joni..
Di toko gitar, dengan antusias ia memilih gitar yang kiranya cocok buat Joni. Di pandanginya beberapa gitar, dan pada sebuah sudut ruangan, mata Gita tertuju pada sebuah gitar dengan tanpilan warna dan desain unik.
"Berapa harga gitar yang ini mas...??" di raihnya gitar itu, dan Gita pun langsung menanyakan harga gitarnya pada penjaga toko.

"Yang itu lima ratus ribu mbak..." jawab penjaga toko, dan Gita pun langsung membayar gitar itu
Dua hari berselang, Gita bertemu dengan teman Joni, dan segera menanyakan tentang ketersediaan Joni untuk menemuinya di taman. Dan sesuai keterangan dari teman Joni tersebut, Joni bersedia nenemui Gita sesuai waktu yang telah di janjikan.
BERSAMBUNG.....

0 Response to "Gita Cinta Di Bis Kota"

Posting Komentar