Puisi - Sahabat Pena

Sahabat Pena


SAHABAT PENA

Ku tatap lekat bebintang yang terselimut kabut
Getar hati berpayung kemelut; rindu.
Ku pegang pena
Dan ... ku tuliskan puisiku.

Melalui tarian lembut jemari
Ku toreh kata hati, dalam aksara pena.
'Ku harap ... rembulan 'kan bersinar terang
Menyambut redup gemintang.

Ingin ku tatap wajah bulan
Ikhlas menumpah rasa hati pada bintang.
Ingin ku dengar petik denting gitar
Mengalun syahdu, menumpahkan rasa rindu.

Sahabat pena ...
Melalui kata pena, kita saling sapa
Dan ... Bersahabat dalam aksara pena.
Lalu ... kita jatuh cinta.


Surabaya, 31 Oktober 2016
Djacka Artub

16 Responses to "Puisi - Sahabat Pena"

  1. Perasaan tadi itu ada banyak banget pembaharuan dari blog ini di notifku, ada cerpen 'Cinlok' trus apa yah tadi. Tapi pas masuk ke blognya nggak ada. Cuma ini yang terbaru.

    Apa mungkin karena postingan itu berkas import dari mwb ya, Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Iya, Non Anggi..
      Mungkin yang banyak masuk di pembaharuan itu memang post import.
      Om baru sempat bikin postingan baru di atas.

      Hapus
  2. Ciyee, Kalau sahabat pena anda baca ini mungkin kelepak2 kang, hehe!

    BalasHapus
  3. Cie... cie.. karena pena bisa jatuh cinta. Tapi bagus juga kok jatuh cinta sesama pecinta pena itu akan lebih mulia karena punya hobi yang sama.

    Tapi, aku kok jadi baper, ya.. ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok malah podo cie cie kabeh toh.wkwkwk
      Aku malah baper kalu dicie cie-in... hahaha

      Hapus
  4. sahabat pena
    ada mu membuatku ingin menuliskan sesuatu
    tentang kisah yang mungkin belum sempat engkau tahu

    sahabat pena
    karenamu ku selalu ingin mengukir aksara
    dalam barisan yang sederhana
    hingga menjadi suara yang bermakna

    sahabat pena
    kurindu akan hadirmu
    celotehmu yang jenaka
    lewat cerita tanpa suara
    mengundangku untuk tertawa

    hahaha ....
    selamat pagi sahabat pena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahayy.... Keren juga puisi sahabat pena dari Ning Maya.

      Eh'hemm.... selamat sore, sahabat pena.

      Hapus
  5. Sahabat Pena semoga tetap sedia beruntun dalam cinta dan damai.

    BalasHapus
  6. Ini kenapa pada baper semua hehehe

    Oh, kirain apa aku yang salah follow blognya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tauk tuch... Mungkin pada lagi ngalamin cinta sama sahabat pena. Wkwkwkk

      Hapus
  7. hmmm ternyata lagi musim yo, awal sahabat trus jadi cinta.haha (ngmng pa sich ak nih)

    blognya bagus, mas. edit'a pke apa iy? PC or Hp?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee... sepertinya lagi ngalamin juga nih, jatuh cinta sama sahabatnya. Haha

      Eh'hemm... Makasih, mbak Yuni..
      Aku pakai hp. Belum mampu beli PC soalnya. Hehe

      Hapus
  8. oh sahabat pena ya mas.., oke aku sahabat potlot., kan pena sama potlot kan bersaudara cuma agak muda dikit., wkwkwk.


    Engkau adalah,
    Keindahan diatas bunga salju disaat kutub membisu
    Menyelaraskan setiap jaman diantara sunyinya malam
    Menghapuskan kepenatan mata elang yang kelaparan
    Engkau adalah,
    Keterbatasan ruang dan waktu
    Antara yang putih dan yang hitam
    Antara kebaikan dan kejahatan
    Antara senyum dan air mata
    Antara siang dan malam
    Antara hidup dan kematian
    Antara aku dan mimpiku
    Engkau adalah sesuatu dalam diriku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, nggak apa apa lah, mas. Pena sama potlot masih saudara kandung kok. Haha

      Eh'hemmm..... Puisi mas Jen sangat cetar membahenol ternyata. Wkwkwk

      Hapus