Sebuah Kisah Pelajaran Hidup


Di rumah kecil berdinding anyaman bambu, seorang ibu muda tinggal bersama buah hatinya. Empat belas bulan usia si buah hati. Usia seorang anak yang sedang lucu-lucunya, dan yang pasti akan membuat bahagia bagi kedua orang tuanya.
Tapi ibu Dewi, kesabarannya sedang diuji oleh Allah. Di rumah yang sangat sangat begitu sederhana itu, ia harus merawat buah hatinya yang terkena 'Hydrocephalus'. Sebuah penyakit yang menyerang organ otak.

Cobaan hidup yang begitu berat.  Tetapi Allah pasti tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Ibu Dewi begitu tegar dan tabah merawat si kecil buah hatinya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang seorang ibu yang sungguh tak terkira.

Sejak usia dua bulan, si kecil telah dibawa ke rumah sakit dan terdeteksi mengidap gejala hydrocephalus. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya ibu Dewi membawa buah hatinya pulang dan menjalani rawat jalan.

Dan lagi-lagi, cobaan yang diterima ibu Dewi kembali datang. Sang suami menelantarkannya begitu saja, dengan keadaan si buah hati yang sangat memprihatinkan.
Entah berapa banyak air mata yang keluar. Mungkin kering sudah air mata untuk meratapi nasib yang menimpa begitu berat dirasakan. Namun hidup harus tetap dijalani. Putus asa bukan pilihan. Dengan tegar dan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, ibu Dewi merawat buah hatinya seorang diri.

Hari berganti, bulan pun berlalu. Semakin hari ukuran kepala si kecil semakin membesar. Hingga usia si buah hati menginjak empat belas bulan, salah seorang anggota sebuah komunitas melihat keadaan ibu Dewi bersama anaknya. Kemudian foto keadaan keluarga itu disebarkannya ke media sosial.

Sungguh. Allah maha pemurah lagi maha penolong. Beberapa komunitas yang melihat foto yang tersebar di media sosial itu langsung berbondong-bondong melakukan penggalangan dana untuk membantu pengobatan si kecil.
Syukur Alhamdulillah. Akhirnya setelah beberapa hari dilakukan penggalangan dana, operasi untuk mengangkat penyakit hydrocephalus yang diderita anak dari ibu Dewi, berjalan dengan lancar. Dan bahkan rumah tempat tinggalnya 'pun direhab agar layak huni.*****




*Sahabat Pembaca yang budiman. Kisah di atas penulis ambil dari sebuah kisah nyata yang ada di daerah tempat tinggal penulis.
Mohon maaf, demi menjaga privasi, sengaja penulis tidak menyebutkan nama asli dan alamat lengkapnya.*

Pelajaran.

Begitu banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari kisah di atas.
Seberat apapun cobaan yang kita terima, jika kita menjalaninya dengan sabar dan tabah, In Sya Allah kita akan menemukan jalan keluar.
Frustasi bukan solusi. Hanya kesabaran dan ketabahan serta do'a dan tawakal, segala masalah dapat teratasi.

Sungguh beruntung bagi kita yang bisa hidup dengan layak dan berkecukupan. Namun manusia terkadang sering mengeluh. Mereka tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya. Mereka hanya memandang orang orang yang ada di atasnya.
Cobalah kita bisa memandang keadaan yang ada di bawah kita. Masih pantaskah kita mengeluhkan keadaan kita yang masih diberi kesehatan dan bisa hidup dengan layak?

Semoga kisah di atas dapat diambil hikmahnya.
Mohon maaf jika ada salah kata dan tutur bahasa.



Tuban, 27 Desember 2016
Djacka Artub

10 Responses to "Pelajaran Hidup"

  1. Saya merasakan betapa bingungnya kalau anak kkta seperti itu sedangkan kita tidak ada biaya atau dana nya. Sedih banget rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya tentunya sangat sedih dan bingung, mas.
      Namun kita harus percaya bahwa Tuhan maha penolong.

      Hapus
  2. ini adalah pelajaran hidup yang sangat bermakna bagi saya, makasih gan!

    BalasHapus
  3. Hydrocephalus itu penyakit yang bikin kepala jadi besar itu ya Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Non Anggi. Hydrocephalus adalah penyakit penumpukan cairan pada otak. Sehingga kepala jadi membesar.

      Hapus
  4. btw mas djaka artub ikut nyumbang gak pas ada penggalangan dana ? eheheh ..:D

    BalasHapus
  5. kesabaran dari seorang ibu, betul Allah menguji sesuai kemampuan, sungguh sangat menginspirasi, menjadi bahan pelajaran tentunya agar jangan putus asa pertolongan Allah pasti akan datang

    Semoga Allah tetapkan bagi ibu dan ananda kebahagiaan dan akhirat
    aamiin

    BalasHapus
  6. ya ampun sudah jatuh tertimpa tangga pula, alhamdulillah yah pertolongan Alloh pasti akan selalu ada tergantung dari bagaimna cara kita mencari pertolonganNya juga sangat berpengaruh ya :)

    BalasHapus
  7. subhanallah,
    Sungguh kisah yang mengandung pelajaran tuk tabah mnjalani kehidupan.
    Mksih mas,
    Smoga barokah.

    BalasHapus