Energi Saat Menerima Penghinaan

Mengeluarkan Energi Saat Dihina


Dihina dan diremehkan, paling sering dialami oleh orang orang dari kalangan bawah, seperti 'Ngadimin' blog ini.
Tak terhitung entah berapa kali ngadimin menjadi bahan hinaan orang yang merasa dirinya paling 'Wow..'

Dan mungkin di antara para pembaca juga pernah ada yang mengalaminya (dihina), atau diremehkan dalam berbagai bentuk.
Misalnya diremehkan kala memulai perjuangan meraih impian, tidak dianggap di lingkungan kerja atau di lingkungan masyarakat, diacuhkan saat mengutarakan pendapat, dan lain lain.
Atau bahkan kita di hina dan di remehkan oleh mantan kita karena dia telah mendapatkan orang lain yang memiliki traktor dan seperangkat alat pencetak uang (perusahaan). Haha




Marah itu manusiawi. Emosi pun wajar terjadi.
Orang yang tak punya dihina oleh orang yang punya segalanya itu sudah biasa. Dan hal itu sudah wajar terjadi.
Tetapi, apa reaksi yang harus kita tunjukkan ketika kita mendapatkan perlakuan seperti itu?
*(Kalau ngadimin sih, santai mawon/santai aja)*. Hehe
Reaksi kita atas segala bentuk hinaan itu sebenarnya tidak perlu kita balas dengan hinaan pula. Karena tidak mungkin kita bisa membalas menghinanya. Kan, kita nggak punya apa-apa. Hahaha...
Lebih baik segala bentuk hinaan itu kita arahkan untuk hal yang lebih positif. Untuk memotivasi diri supaya menjadi lebih baik.

Marah tidak akan menyelesaikan masalah.
Marah justru akan membuat masalah kian bertambah.
Emosi akan membuat masalah semakin tak terkendali.
Dan jika kita hanya mengikuti hawa nafsu, amarah dan emosi, justru akan melipat gandakan problematika yang tengah terjadi.

Hinaan dari orang lain lebih baik kita sikapi secara positif.
Marilah kita jadikan segala bentuk ejekan dan penghinaan tersebut sebagai pelecut dan semangat untuk menuju suatu perubahan yang lebih baik.
Jangan sampai emosi sesaat itu bisa mengacaukan suasana pikiran kita.
Jangan sampai hanya karena dihina dan diremehkan saja menimbulkan kemarahan dan  kemurkaan. San akhirnya malah kita semakin mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh. Eh, maksud saya jangan sampai kita terbawa emosi san akhirnya kita ditertawakan dan semakin diremehkan.

Kita harus bisa menyadari bahwa ejekan, hinaan, dan pelecehan tersebut sebenarnya adalah energi yang akan menarik kekuatan super dalam diri untuk bertransformasi meraih mimpi.
Sebuah kegagalan kita jadikan vitamin untuk menuju kesuksesan.
Terus berjuang dan terus berkarya. Jangan sampai kita  mundur dan mengibarkan bendera putih (menyerah) hanya karena sebuah hinaan.


*Balas dendam terbaik adalah menjadi sukses di depan orang yang meremehkan kita.*

*Buatlah orang yang meremehkanmu tercengang dengan kesuksesanmu...*


Salam sukses.

11 Responses to "Energi Saat Menerima Penghinaan"

  1. Dihina bagi saya sudah jadi bumbu dalam kehidupan, tapi saya tak pernah marah untuk menghadapinya, kenapa? Karena saya hidup punya prinsip sendiri. Saya lapar masak sendiri, saya ngak punya uang ya cari sendiri, selain itu sebenarnya orang menghina itu karena mereka iri hati atau mungkin kurang minum kopi hitam. Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua jempol untuk anda. Hahaha
      Prinsip hidupnya kok bisa sama dengan saya ya? Wkwkwkwk

      Hapus
  2. *Balas dendam terbaik adalah menjadi sukses di depan orang yang meremehkan kita.*

    Supersekali.

    Anggap saja hinaan adalah mutiara yang akan menjadi modal kesuksesan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Super, Om...
      Kita anggap saja hinaan itu sebagai batu loncatan sebagai modal kesuksesan bagi kita.

      Hapus
  3. dihina sama saja dengan mengurangi dosa-dosa kita, trims infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Jangan sampai kita membalas orang yang menghina kita dengan hinaan pula.

      Hapus
  4. Super sekali..
    Kang tadi gak salah makan kan?
    Kaget saya hari ini pola pikirnya sedikit lurus 😂
    Biarkan saja yang menghina, anggap saja itu sebuah dukungan agar kita lebih baik lagi. Pokoknya yang waras harus sadar!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah, mas. Mungkin sebelum menulis, waktu itu aku makan singkong bakar. Hahaha

      Hapus
  5. menjadikan hinaan sebagai energi atau sumber kekuatan yang positif ini sangat bijak, tapi kadang aku suka down kalau dapat hinaan, yah meski akhirnya bisa bangkit kembali. Semoga lisan dan hati ini tetap terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjadi down saat dihina itu lumrah terjadi, Bu...
      Aku pun juga sering begitu. Tetapi karena sudah keseringan itulah, aku menjadi terBiasa. Hehe

      Hapus
  6. Yaa!! pada intinya kalau hinaan itu bersifat membangun terimalah dengan legowo..karena terkadang tanpa sadar hinaan yang kita dapat bisa membangun jiwa kita menjadi sukses & melebihi orang yang menghina..


    Sesungguhnya kita akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran kita menghadapi cercaan dan hinaan itu. Dan cercaan mereka itu pada dasarnya pertanda bahwa kita memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tidak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya manakala cercaan dan hinaan yang kita terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga kita.

    BalasHapus