Header Ads

  • Breaking News

    Al-Isyq



    Al-Isyq

    Oleh : Djacka Artub



    Keceriaan sebuah keluarga yang dulu Indah, kini telah hilang. Keakraban antara anak dan kedua orang tuanya pun menjadi renggang.
    Setiap hari, Rena hanya mengurung diri di kamar. Ia tak lagi se-ceria dulu, sebelum tragedi yang memalukan itu menimpanya. Yang biasanya ia selalu ceria bermain bersama teman-temannya, kini Rena malu untuk bertemu dengan teman atau pun sahabatnya yang dulu begitu akrab.

    Di dalam kamar, Rena hanya mampu meneteskan air mata penyesalan atas peristiwa yang menipanya karena dimabuk cinta. Cinta Kasih Asmara yang mengakibatkan dirinya melupakan cintanya pada kedua orang tua bahkan kepada DIA sang maha Cinta.

    Foto: instagram sahabatmuslimah


    Karena cintanya pada sang kekasih, Rena berani membentak dan melanggar larangan orang tua, bahkan larangan agama.
    "Ma ... Pa ... Rena sekarang bukan anak kecil lagi, Ma!" Seru Rena ketika mendengar nasehat mama dan papanya. "Sekarang Rena sudah bisa menentukan hidup Rena sendiri..!"

    "Rena!!" Bentak sang papa dengan mengangkat tangan.

    "Apa! Papa mau menampar Rena? Silahkan tampar Rena, Pa!" Tantang Rena. Ia menyodorkan wajah di hadapan papanya.

    "Hemmm ...." Sang mama menghela nafas. "BRAKK...!" Suara pintu tertutup dengan keras ketika Rena keluar.

    Sejak usianya menginjak remaja, Rena menjadi sering membantah ketika orang tuanya menyuruh untuk pergi ke masjid. Bahkan untuk sekedar melaksanakan sholat wajib di rumah, Rena sering tak menghiraukan seruan dari orang tuanya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam.  Tidak seperti pada waktu ia masih di usia SMP, Rena sangat patuh pada perintah orang tua dan taat menjalankan perintah agamanya.

    Berawal ketika Rena mengenal seorang pemuda di suatu tempat perbelanjaan, dan semakin hari hubungannya dengan pemuda yang dikenalnya itu semakin akrab. Keduanya pun menjalin asmara.
    Meski kedua orang tuanya melarang agar Rena jangan pacaran dulu sebelum menamatkan pendidikannya, Namun Rena telah terlanjur dimabuk asmara dengan pemuda itu. Apa lagi sang kekasih sangat memanjakannya, hingga Rena semakin tergila-gila dan bersedia melakukan apa pun yang diminta oleh kekasihnya. 










    Cerita di atas hanyalah kisah fiksi belaka. Apabila ada kesamaan nama dan kejadian, semua itu di luar kesengajaan penulis.





    ~ Al-Isyq  adalah penyakit hati yang harus di jauhi. Al-Isyq merupakan virus hati yang bernama cinta. Cinta buta. Sebuah cinta yang melebihi rasa cinta kepada Allah SWT. Sehingga rasa takut akan kehilangannya melebihi rasa takut kepada-NYA.~


    15 comments:

    1. Ah Rena, cintamu kepada seorang lelaki telah melucuti rasa hormatmu pada orang tua, bahkan telah melebihi cintamu kepada Nya
      penyakit hati yg sering melanda mereka yang labil, semoga cerita ini menjadi nasehat agar tidak terperangkap dalam cinta yang tak bermata hati
      salam

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ya, memang penyakit hati yang bernama Al-Isyq ini telah meracuni hati anak2 zaman sekarang. Rasa cintanya sama pacar, telah melebihi rasa cinta kepada orang tua dan bahkan melebihi rasa cinta dan takut kepada Allah SWT.
        Semoga kita dijauhkan dari virus hati yang satu ini.

        Delete
    2. kalau sampai admin Al-Isyq pasti kudu buru-buru di kirim ke ustad kemed agar segera bertobat, masa gegara cinta sampe ngelawan ke ortu sih....jangan dong

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau ustadz kemed nanti saya ajak khilaf gimana, mang? Apakah harus sama2 diru'yah? Haha

        Delete
    3. Semoga penyakit Al-Isyq tidak menjangkiti kita-kita, karena efeknya cukup berbahaya, melawan orang tua itu dosa besar.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, kang. Semoga kita semua tak terjangkit virus Al-Isyq. Karena efek dari virus ini sangat berbahaya.

        Delete
    4. Cinta terkadang membuat hati dan pikiran buta bahkan menentang kedua orang tua, juga melupakan sang pencipta, namun setelah musibah menimpa biasanya baru menyadarinya. Begitu kan?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Karena penyesalan datangnya selalu belakangan. Setelah kita tersakiti oleh cinta, barulah kita sadar. Padahal sebenarnya cinta tak pernah salah apalagi menyakiti. Hanya kita saja yang terkadang terlalu dibutakan oleh cinta sehingga kita lupa dg efek buruknya jika kita terlalu mengagungkan cinta duniawi dan mengesampingkan cinta kepada sang maha cinta. Sang pemilik cinta. Allah SWT.

        Delete
    5. Al-Isyq itu penyakit kronis yang harus segera diruwat.

      Jika Al-Isyq (pentakit hati) telah menggerogoti kesucian hati manusia dan mengakar di dalam hati, sulit bagi para dokter mencarikan obat penawarnya dan penderitanya sulit disembuhkan.., hii serem.., hehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Nah, karena itulah, mas. Maka ada yang mengatakan jika sakit hati itu tidak ada obatnya. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati hati jangan sampai terjangkit virus hati yang bernama Al-Isyq ini. Karena efeknya bisa menyebabkan nyawa melayang sia-sia. Hahaha

        Delete
    6. He..he..
      Ya, mau gimana lagi kang.. Kalau gak' ada penyakit yang datang berarti hidup serasa biasa saja dan tidak ada nilai plus.

      Karena hidup bisa bernilai plus jika ditemani oleh berbagai ujian dan salah satunya penyakit hati ini.

      Untuk solusi penyakit ini sangat mudah, ajak bicara dari hati ke hati pasti akan ketemu dengan pintu solusi..!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Nah, itu masalahnya, mas... Orang jika sudah terjangkit virus Al-Isyq ini akan sulit diajak berbicara baik2. Nasehat dianggap angin lalu.

        Emmm ... Bener juga sih... Hidup tak kan terasa Indah jika tak punya masalah. Tapi kalau terlalu banyak masalah, mungkin hanya pegadaian yang mampu mengatasinya. Karena pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. Hahahhaa

        Delete
    7. Itulah cinta, punya kekuatan yang sungguh luar biasa. Berani mendobrak dan melawan keluarga. Semua hanya demi yang dicinta.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kekuatan cinta sungguh dahsyat ya, om? Dengan cinta manusia bisa berbuat nekat meskipun nyawa menjadi taruhannya. Hehe

        Delete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad