Header Ads

  • Breaking News

    Pertemuan Dhemit Kahyangan

    Pertemuan Dhemit Kahyangan


    'Pertemuan yang kuimpikan kini jadi kenyataan... 
    Pertemuan yang kudambakan ternyata bukan hayalan.... '
    JREEENGGG.... Haha

       Mentari pagi nampak cerah. Di antara tetesan iler yang menempel pada bantal dan kasur, seekor dhemit dari padepokan arektuban.com mengucek-ucek matanya yang masih terasa sepet karena semalam gentayangan mencari sesuap menyan. Namun pada pagi itu dirinya harus segera bangkit dari alam mimpinya karena ada janji untuk bertemu dengan sahabatnya. Dhemit dari negeri barat. Ya... Dhemit dari padepokan java99 yang saat itu berkunjung ke negeri Timur dalam rangka urusan keluarga, beliau menyempatkan diri untuk bisa bertemu sahabatnya sesama dhemit dari alam astral yang berada di wilayah Timur.

    Beberapa hari sebelumnya, dhemit yang dari wilayah barat ini sudah mengontak sahabatnya tersebut untuk bertemu dan ngopi bareng. Namun si sahabat rupanya sudah waktunya kembali mencari sesuap menyan, maka mereka pun mengadakan perjanjian untuk bertemu di salah satu warung kopi di sebuah terminal bis antar propinsi.

       Pada hari yang telah dijanjikan, kedua dhemit ini pun saling kontak kembali agar segera berangkat ke tempat yang telah di setujui. Dan pada akhirnya, dalam kesempatan yang langka itu dhemit dari padepokan arektuban tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bertemu dengan sahabatnya. Oleh karena itu, meski mata masih terasa sepet, dirinya segera bangkit dari pembaringan yang penuh dengan tetesan iler. Si dhemit kemudian menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan matanya yang masih kriyip-kriyip. Setelah menjalankan ritual di kamar mandi untuk membersihkan badan dan menggosok giginya yang sudah mulai ompong, dhemit dari padepokan arektuban ini menuju warung kopi yang ada di ujung gang.



       Di antara lalu-lalang kendaraan para dhemit kaya, dhemit penghuni padepokan arektuban.com meluncur ke tempat perjanjian dengan menggunakan layanan taksi online. Dalam perjalanan pun kedua dhemit itu saling kontak untuk memastikan sudah sampai tempat apa belum. Dan setelah beberapa puluh menit perjalanan, akhirnya sampailah di tempat perjanjian.
    Tidak menunggu lama, dhemit dari padepokan java99 pun datang. Mereka berjabat tangan kemudian mencari tempat nongkrong yang pas untuk menikmati secangkir kopi dan seonggok menyan.

    Merasa waktu untuk melepas kangen masih lama, dan melihat si empunya tongkrongan terlihat tidak bersahabat, akhirnya kedua dhemit itu segera membayar kopinya yang telah dinikmati, kemudian pindah ke tempat tongkrongan para dhemit yang lain.

       Dalam obrolan mesra dua dhemit yang bertemu pada kesempatan langka itu, rupanya ada si kunti pohon randu dari negeri seberang yang tak mau ketinggalan. Beliau rela korupsi waktu bekerja untuk melakukan ritual agar bisa bisa ngobrol bersama kedua dhemit sahabatnya. Dengan kecanggihan tekhnologi, kunti pohon randu dari negeri seberang yang menghuni padepokan nelisa17 itu mengintip dari teropong whatsapp. Beliau melakukan ritual video call. Dalam percakapan pada video call, meski yang satu masih berada di negeri seberang, namun obrolan itu terasa dekat dan nyata. Serasa tidak ada tirai penghalang yang membatasi. Canda tawa mereka bertiga sama seperti saat bercanda ria di media chatting. Keakraban sangat terasa dalam obrolan maya.

       Meski sebenarnya masih ingin duduk berdua melepas kangen dan ngobrol bersama, namun keadaan yang tidak memungkinkan, akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri pertemuan itu. Dhemit dari padepokan arektuban harus kembali ke markasnya untuk ngosek wajan mencari sesuap menyan. Dan dhemit dari padepoakan java99 juga harus melanjutkan perjalanan kembali ke kediamannya di wilayah barat. Serta si kunti pohon randu juga harus melanjutkan ritualnya menambang dollar dan bitcoin.

    Pada akhrinya mereka pun kembali terpisah. Namun perpisahan itu tidak akan memisahkan hati mereka. Mereka masih saling kontak via media sosial dan chatting. Serta mereka pun masih bisa bernyanyi dan berdendang bersama dalam dunia semol. Haha

       Kalau yang di bawah ini pertemuan dhemit penghuni padepokan arektuban dengan dhemit penghuni padepokan JeniShow pada beberapa hari yang lalu. Saat itu dhemit penghuni padepokan arektuban sedang gentayangan mencari sesuap menyan di ujung barat kabupaten Tuban. Namun karena teringat di situ ada sahabat sesama dhemit, akhirnya mereka berdua pun bertemu dan ngopi bareng sambil mencari wifi gratis.  Hehe 


    19 comments:

    1. Cie.. Cie.. Yang lagi ngopi darat, asyik banget sehingga bikin iri si kunti. :)
      tapi ada sejarah tersendiri ketika kunti melihat wajah wajah dhemit yang malu malu saat berhadapsn dengan kunti, rasanya tak percaya kalau bisa bertatap muka dengan penampakan asli..

      Itulah indahnya persahabatan bisa bercanda dalam chating dan karaokean di dunia semule. Hehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kapan nih, si kunti bisa duduk berhadapan secara nyata dg para dhemit lain? 😂😂😂😂😂😂

        Delete
    2. Wew, pertemuan yang benar-benar diluar dugaan akhirnya menjadi nyata.

      Matur suhun sudah ditraktir kopi di terminal bungurasih-Surabaya.

      Kesempatan langka ini jarang terjadi, dan setelah di uploud di fb, ternyata banyak yang antusias ingin melakukan kopi darat he..he..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ya. Semoga suatu saat nanti kita bisa dipertemukan kembali untuk menikmati kopi bersama ya, kang.

        Delete
    3. wew ... cieeeeeeeeeeeeeeeee, ada apa ini garangan? sebuah perteman yg tak diduga bisa jadi nyata. ada juga mbk lisa yg ikut partisisapi via wasssap. kopdarnya kayaknya yang bayar sampean mas.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha.... Bayarnya patungan, mas. Maklum, bitcoin belum cair. Wkwkwkkwkk

        Delete
    4. Itu poto para demit yang bertiga kok enggak pakai Headset kenapa ya.? Padahal itu orang artis semua lho.., ya walau hanya di alam smule ., haha 😀

      ReplyDelete
      Replies
      1. Pakai headset transparan, mas. Dhemitnya kan sakti2. Siang malam gentayangan terus. Wkwkwkkk

        Delete
    5. Demit Demit ini, sebagaimana tersebut di atas, terlihat hangat sekali. Suasana yang muncul di benak saya, hanyalah pertanyaan waktu, aku yo pingin

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sebenarnya saya juga pengen lho, kanjeng adipati. Saya juga pengen suatu saat kita bisa berkumpul dan nyruput kopi bareng bersama panjenengan, di suatu tempat yang hening dalam suasana yang ceria.

        Delete
    6. Wah, bang djack lagi jalan-jalan :))

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hehe... Mau ikut jalan2 sampeyan di alam luas. Tapi karena gak ada biaya, akhirnya saya biayaan sendiri di terminal bis antar kota.
        Untung ketemu dhemit kahyangan di atas. Wkwkwkk

        Delete
    7. Saik nih bisa kopdar sambil ngopi dan ngobrol seputar dunia bloging dong yah..sipmirkisip deh

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, mang. Asyik kemrisik bisa ngopi dan ngobrol bareng sahabat blogger. Haha

        Delete
    8. Eheemmm .. para Mayor sedang kopdar :v saya pendatang baru bisa apa wkwkwk

      salam kenal yaa semuanya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Pendatang baru bawain kopi dan rokok. Hahaha


        Salam kenal juga, mas apa mbak ini? Wkwkkwkwk

        Delete
    9. Hehe
      terkesima lihat yang pakai baju biru
      haha ... kok jadi ngguyu dewe maaf nyuwon sewu nggeh

      ReplyDelete
    10. This comment has been removed by the author.

      ReplyDelete
    11. Wuih.... kemesraan ini janganlah cepat berlaluuu.... 😜

      ReplyDelete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad