Perahu Layar Kertas

Foto: okclipart

Perahu Layar Kertas




Bentang kanvas raksasa dengan semburat warna jingga, sungguh lukisan alam yang menawan.
Gemericik air dan debur ombak samudera terdengar syahdu mengiring sang mata dewa kembali ke peraduan.

Tatap netraku menerawang jauh menelusuri hamparan samudera.
Deretan pohon cemara menemaniku menikmati anugerah sang pencipta.

Mendayung sampan para nelayan, menepi di bibir pantai 'Tuk sejenak melepas penat.
Tertegun aku melihatnya
Sekelebat bayang melesat cepat.

Perahu layar kertas.
Berlayar menembus gelombang
Terus dan terus melaju ke tengah samudera yang luas
Memecah ombak yang menerjang ganas.



Tuban, 09-09-2017
Djacka Artub






Eh'hemmm.... Berbicara mengenai perahu layar kertas, teringat oleh salah satu anggota Komunitas Blogger Tuban, yakni mas Andhika Nur Afian. Mas Andhika yang berasal dari kecamatan Bancar ini adalah salah satu blogger Tuban yang sangat aktif mencari Sumber inspirasi untuk dijadikan artikel dalam blognya. Berbagai macam informasi seputaran kota Tuban dapat kita temukan pada blognya.
Andhika Nur Afian. Perahu layar Kertas

Lalu apa hubungannya dengan Perahu Layar Kertas?
Ya. Mas Andhika Nur Afian ini adalah seorang nahkoda dari perahu layar kertas. Perahu layar kertas adalah nama dari blognya mas Andika. Saya sendiri tidak tahu pasti kenapa mas Andhika ini menggunakan nama itu untuk blognya. Jika sahabat pembaca penasaran, silahkan kunjungi dan dapatkan berbagai informasi di sana.

Selain informasi seputar desa maupun kecamatan yang ada di kabupaten Tuban, sahabat pembaca juga dapat menemukan informasi Sistem Informasi Prakiraan Cuaca dari P2SKP Bulu.
Selain itu juga, informasi seputar IT bisa didapatkan dari blog perahu layar kertas.

Seperti dalam bait terakhir pada puisi di atas, 'Perahu layar kertas.
Berlayar menembus gelombang
Terus dan terus melaju ke tengah samudera yang luas.

Memecah ombak yang menerjang ganas'
Meski kita hanya sebuah perahu kertas, dengan kemauan dan tekad yang kuat, Insya Allah kita dapat menembus gelombang samudera di laut lepas.
Dalam catatannya, Mas Andhika 'pun menulis, "Tiada hal yang sulit, jika kita belum pernah mencoba melaluinya - 2017"

Nah, dari pada penasaran karena cuma membaca sedikit ulasan di sini, sahabat pembaca langsung saja mengunjungi dan memastikan seperti apa perahu layar kertas yang dinahkodai oleh mas Andika Nur Afian.

Dan jika ingin berkenalan dengan sang nahkoda ganteng ini, sahabat bisa juga follow akun media sosialnya.
| Google+ | Pinterest | Youtube | Linkedin | Instagram

8 Responses to "Perahu Layar Kertas"

  1. Dalam lembar jejak aksara
    Terangkai indah kata pujangga
    Memindai keindahan makna
    Meski jauh di pelupuk mata
    Sahabat maya terekam nyata

    hehe ...
    Satu satu bermunculan pahlawan aksara dari kota Tuban
    Selamat ya buat admin Perahu Layar Kertas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam lembar jejak aksara
      Kutuangkan secarik resah.
      Di sana, kutemukan kedamaian di antara para sahabat Maya.
      Walau jauh di pelupuk mata
      Terasa dekat kala sahabat maya memberi semangat meski lewat aksara.

      Hehe..
      Sebenarnya masih banyak para pendekar aksara dari kota Tuban. Ini hanya sebagian kecil saja.

      Hapus
  2. Nahkoda yang bisa menjadi contoh bagi nahkoda blohger lainnya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggih, mas..
      Mas Andhika ini ternyata memang nahkoda yg top. Banyak sekali ide untuk menulis di blog.

      Hapus
  3. Terima kasih mas djacka atas review, ayo tetap semangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2,mas... Ngapunten nggih, kalau reviewnya kurang Bagus. Hehe

      Hapus
  4. halooo kang djaka,,, Ikutan dong numpang prau layarnya agar bisa mengarungi lautan samudra dengan selamat sampai tujuan hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wadoohh... Nang ndi ae rekkk...? Kangen suwarane aku. Hahaha
      Monggo, kang mas, numpak prau layar ing dino minggu gek pariwisoto. Hahahha

      Hapus