Etika Berkirim Email Menurut Mas Bek

Etika Dalam Berkirim Email


    Didalam kita melakukan kegiatan apapun yang berhubungan dengan orang lain, tentunya kita harus memiliki etika dalam kegiatan tersebut. Tak terkecuali dalam berkirim pesan singkat maupun berkirim surat elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan email.

    Di zaman yang sudah modern ini tentu saja sudah tidak asing lagi dengan yang namanya email. Dan juga sudah banyak sekali orang yang memiliki email, bahkan hampir semua orang saat ini sudah memiliki email. Karena untuk mengoperasikan smartphone secara optimal juga harus menggunakan email. Namun tidak semua orang yang memiliki email itu tahu apa itu email, dan apa kegunaan lain dari email itu sendiri. Selain sebagai sarana untuk mendaftar di akun media sosial, kegunaan email sangat banyak sekali. Salah satunya adalah untuk berkomunikasi dan berbagi informasi.

    Nah, sebelum kita membahas tentang 'bagaimana sih etika dalam berkirim email itu?' Mari kita ketahui terlebih dahulu 'apa sih email itu?' 



Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronik. Yang merupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet.
Nah, berarti email itu sebenarnya media surat menyurat yang dilakukan melalui jaringan internet. Namun saat ini sudah banyak sekali kegunaan dari email itu sendiri.

Menurut Mas Bakhtiyar Sierad atau yang lebih akrab dipanggil Mas Bek, salah satu ahli IT yang berasal dari kabupaten Tuban ini, Etika ber-email yang baik adalah;
  1. Mengisi subjek email dengan jelas agar penerima email bisa mengetahui tentang email yang di terimanya ( jangan kosongan subjeknya). Untuk Subjek ini perlu penting sekali karena untuk memudahkan dalam pencarian di inbox ketika usia email sudah lama.
  2. Adanya kata-kata opening /sapaan, Paling tidak di dalam isi email ada kata-kata opening misal ”Dear mas/pak atau mas bro"
  3. Isi email – pastinya harus ada ya untuk ini agar si pembaca mengerti akan email yang di terimanya.
  4. Sertakan kontak di akhir email, gunanya ketika pembaca memerlukan informasi penulis maka tinggal langsung mengkontak dari informasi di akhir email.
  5. Attachment / lampiran, untuk lampiran ini usahakan file name nya di ganti yang jelas dan mudah di pahami. agar tidak menimbulkan kecurigaan bahwa itu adalah attachment jebakan.
Itulah beberapa etika dalam berkirim email yang kadang diabaikan seseorang dalam surat menyurat melalui jaringan elektronik atau internet, menurut Mas Bek.

Bagi sahabat pembaca yang membutuhkan jasa layanan hosting murah untuk mengelola website, Mas Bek juga melayani pemesanan hosting yang murah tetapi tetap wuss dalam performa. hosterbyte.com.
Yapp! Hostebyte Webhosting merupakan layanan webhosting yang siap melayani pelanggannya dengan senang hati dan ramah. Ada beberapa paket yabg ditawarkan untuk ngehost dilayanan hosting hosterbyte.com ini. Sahabat pembaca bisa mengunjungi blog Mas Bek ini di sini.  masbek.id untuk keterangan lebih lanjut.

34 Responses to "Etika Berkirim Email Menurut Mas Bek"

  1. Walaupun email tetap ada etikanya, mantap mas bek ini, sdh berbagi ilmunya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Sebenarnya bukan cuma berkirim email saja yg ada etikanya. Berkirim pesan singkat lainnya pun juga harus mempunyai etika. Apa lagi sekarang ada polisi cyber. Hehehe

      Hapus
  2. Wah, selama ini ternyata banyak yang tidak saya perhatikan saat berkirim email. Langsung to the point gitu. Apalagi kalau ngirim berkas, tanpa basa basi langsung kirim. 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Podo karo saya, mas. Dulu awal menggunakan email, saya patuh dengan tata cara mengirim email. Tapi lama kelamaan juga to the point saja.
      Kesuwen lekk... Hahahhaa

      Hapus
  3. Gak beda-beda jauh sama surat yang asli...

    Yang versi elektronik pake etika juga....

    Keren...

    Mungkin kalau kirim email ke pacar gak perlu deh... di terapkan hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kirim email ke pacar, subyeknya diisi gambar ilopeyu, mas. :-D

      Hapus
    2. Hahaha....

      Bisa aja... mas djacka...

      Yang jelas sih kata-kata 'Dear My Love'

      Btw.., blognya ada adsensenya.... makin ngalir dong.... kwkwkwkwk

      Hapus
    3. Hahaha... Iya, mas. Nyari aliran dana buat Dierrr my love. 😀😀😀

      Makanya ini lagi ganti template baru yg high ctr. Wkwkwkk

      Hapus
  4. Etika itu penting banget ya, mungkin sebagian orang menganggap hal yang remeh, padahal etika itu juga mencerminkan kepribadian seseorang
    termasuk yang dibahas dalam etika berkirim email

    jadi jelas dong "jangan abaikan etika dalam aktifitas apapun"

    yo wes, nyuwon sewu nggeh, yo nak eneng ojo sewu mbok mundak sitik toh

    hehe ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Etika memang sangat penting untuk diterpakan dalam kehidupan bermasyarakat.

      Hah? Nyuwun sewu?
      Iki ono limang ewu. Susuk patang ewu yo... Hahaha

      Hapus
  5. Harus ya memperhatikan etikanya, biar nyaman dan saling menghargai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tul, mbak. Dengan memperhatikan etika yang ada, tentu saja kita akan dihargai oleh orang lain.

      Hapus
  6. kalo jaman sekarang itu langsung to the poin mas. langsung menjurus ke topik tanpa harus nulis sapaan dan penutup, hehe. aku juga ngalami kayak gi i, tapi bukan pas nulis email.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bukan pas kirim email, terus pas apa hayoooo....????
      Hakhakhak

      Hapus
  7. Selamat malam mas, hehe
    bicara tentang etika email, ini pernah jadi bahasan diperkuliahanku. Waktu itu dosen nya telah menerima sebuah email namun tanpa subjek dan isi email yang jelas tujuan pengirim, dia nggak akan menanggapi. Sejak saat itu, aku ngga sembarangan kalo mau kirim email ke siapapun. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengisi subyek email memang terlihat sepele ya, mas. Tapi tanpa subyek akan membuat penerima bingung dengan maksud dari email tersebut. Maka tidak salah jika penerima tidak menanggapinya.

      Hapus
  8. Lengkap sekali penjelasannya saya sering belum paham kalau mengirim email pada rekan2 tapi seiring dengan banyaknya email dari goolge yang sampai saya sabil belajar saja. Mulai sapaan , tema dan pertanyaan. Terimakasi ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Terima Kasih kembali atas kunjungannya.
      Dulu waktu pertama kali berkirim email, saya juga bingung dengan kolom subyek email yang harus diisi. Ternyata ternyata kolom subyek memiliki fungsi tersendiri. Hehehe

      Hapus
  9. Sebaiknya memang begitu ya kang, ada etikanya saat berkirim emai, jadi tidak asal nyelonong aja, hehe...

    Selain menyenangkan penerima juga menunjukan kalau kita serius saat mengirimkan email kepada klien atau relasi bisnis maupun sahabat kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kang. Dengan memiliki etika saat berkirim email, tentunya si penerima akan dengan senang hati menanggapi email yg kita kirim tersebut. Hehe

      Hapus
  10. Jaman sekarang agak sulit menemukan email beretika kang, isi dan semua atribut emailnya mungkin saja sudah sesuai standar etika tapi entahlah email rasanya sudah tidak berfungsi sebagai email lagi, sudah hampir kayak sosmed semua orang seenaknya kirim email ke kita walau gak kenal alhasil email masuk menjadi banyak kita gak tau lagi mana email penting mana bukan sudah campur aduk (kok saya jadi curhat ya). Hehe, tapi makasih kang infonya ini bisa jadi ilmu buat berkirim email nantinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Benar, kang. Setiap hari banyak juga email masuk di hp saya. Bahkan email spam pun tiap hari masuk sampai 10 email. Mungkin memang jaman sekarang semua yang bisa diakses melalui internet itu akan menjadi sosmed.
      Kok saya jadi ikutan sedih ya, baca komentar sampeyan?

      Hapus
  11. tambahan sedikit mas, untuk menambahkan kontak seperti nomor hp,akun media sosial dan sebagainya bisa dengan menggunakan tanda tangan, karena setiap akan mengirim email baru tanda tangannya akan otomatis muncul dibawah pesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, terima Kasih atas tambahannya, mas. Memang seharusnya dalam berkirim email itu harus melengkapi beberapa hal. Tapi jaman sekarang hal itu sangat jarang dilakukan.

      Hapus
  12. Setuju, Mas, terutama ketika menyisipkan file melalui attachmen, itu harus jelas namanya. Makin mudah saat ini untuk kirim mengirim lewat email..

    Btw, template baru ya, Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas. Saat kita mengirim email dalam bentuk file, memang harus jelas subyek dari file yang kita kirim.

      Hehe... Iya, mas. Template yang sebelumnya terlalu berat. Jadi saya mencari template lagi yg lebih ringan.

      Hapus
  13. Ternyata Nulis atau berkirim surat vis Email ada aturannya yaa Kang..😃

    Kalau aku tahunya tulis surat cinta doank kang itu dulu waktu masih dekatin Rondo sebelah..😱😱😳😳😳

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahkan dalam menulis surat Cinta juga harus ada etikanya juga toh? Kalau gak ada etikanya, pastinya sampeyan tidak akan mendapat balasan surat cintanya. Wkwkwkkw

      Hapus
  14. pantesan emailsaya sering diabaikan oleh rekanan soalnya saya mah emang minus etikanya, mata pelajaran etika waktu SMP dapet nilai 4 sih....mulai sekarang mau beretika ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, gitu dong,... Mulai sekarang kalau kirim email jangan cuma halaman kosong. Haha.. Mang Lembu bisa aja. 😀😀😀

      Hapus
  15. ini niih informasi berguna yang sering diabaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih. Padahal etika itu sangat penting. Tapi jaman sekarang sudah banyak orang yg mengabaikan etika. Termasuk etika dalam berkirim email.

      Hapus
  16. benar sekali tuh, terkadang orang hanya kirim kirim saja tidak memperlihatkan caranya berkirim email yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya saya kalau dapat kiriman email yang gak jelas ya saya abaikan saja, sob.

      Hapus