December 2017 - Lembar Jejak Aksara

Hot

Post Top Ad

26 December 2017

Jejak Si Lesbi

Tuesday, December 26, 2017 28

Jejak Si Lesbi


Berawal dari sebuah penghianatan dari pasangan lesbinya, Tari mulai menemukan hikmah dan jati dirinya sebagai wanita yang seutuhnya. Tari ingin menjadi ibu dari anak-anaknya, dan menjadi istri yang sholehah bagi suaminya kelak. Tari ingin hidup normal sebagaimana wanita pada umumnya. Ia tak ingin selalu berkecimpung dalam dosa. Pengalaman kelam kehidupan masa lalu ia jadikan pelajaran dalam hidup. Hampir sepuluh tahun, Tari menjadi wanita lesbian. Bukan karena awal dari penghianatan kaum adam, tetapi Tari terjebak menjadi wanita lesbian hanya karena pergaulan. Pada awalnya, Tari adalah sesosok gadis normal yang suka main gitar. Dan dari kegemaran itu, Tari selalu membawa gitar disetiap liburan bersama teman-temannya.
Perjalanan waktu terus bergulir. Kehidupan pun turut larut dan mengalir. Setelah sekian lama saling kenal, Tari mulai merasa nyaman berteman dengan Sheyla. Hubungan pertemanan Tari dan Sheyla semakin akrab dan lambat laun mereka memiliki perasaan selayaknya rasa cinta terhadap lawan jenis. Hubungan kisah asmara antara dua insan sejenis itu pun terus berlanjut. Kasih sayang Sheyla yang tulus, membuat Tari terlena dan mengikuti semua kemauannya. Tak jarang, mereka pun pergi ke hotel dan melakukan hal yang tak patut untuk dilakukan. Tindakan yang sangat dibenci oleh agama. Cinta terlarang pun terjalin begitu dalam dan seakan maut pun tak dapat memisahkan mereka. Tari dan Syeila.
Selepas penghianatan Sheyla, Tari ingin memulai kisah hidupnya yang baru bersama Radit, seorang pemuda tampan penjaga toko buku. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Tari kembali merenungi nasib dirinya.


Buku kumpulan cerpen karya Djacka Artub


~ Dapatkan kisah selengkapnya dalam buku 'Sajak Asmara', melalui pesan Whatsapp di 081230900360.
Untuk yang berada di wilayah kecamatan Bangilan - Tuban - Jawa Timur, bisa mendapatkan bukunya di toko 'Madinah', sebelah Selatan Bank BRI Bangilan.
  • Penulis DJACKA ARTUB
  • Penyunting SOESILO TOER
  • Penerbit PATABA PRESS
  • Cetakan Pertama November 2017
  • Tebal Buku x 146 halaman 145 x 205 cm
  • ISBN 978-602- 5604-00-3
  • Harga Rp. 40.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

Stok terbatas. Siapa cepat, dia dapat!

Buruan..!!

Read More

07 December 2017

Sajak Asmara

Thursday, December 07, 2017 17
SAJAK ASMARA - Lambaian tangan mengakhiri perjumpaan kami waktu itu. Dan hal itu juga akan mengawali kisah cintaku dengan Fia melalui hubungan jarak jauh. Surabaya-Samarinda memisahkan cinta. Laut Jawa membatasi cerita bersama. Namun satu hati ingin saling memiliki. Lewat pesan singkat kami berkirim surat hati gelisah saat pulsa sekarat. Namun atas nama cinta uang habis masuk kantong si penjual pulsa pun aku tak apa. Bukankah cinta itu butuh pengorbanan? Bukankah cinta itu perlu perjuangan? Biarlah saat ini berjauhan. Suatu saat pasti akan duduk berdampingan di pelaminan. Itulah yakinku saat itu. [Cinlok]*

    Siang itu, mendung gelap menyelimuti langit. Berlari-lari kecil, gadisku kembali menyambut aku datang dengan sebuah payung hitam di tangan. Senyum kebahagiaan terpancar jelas dari pesona raut wajah indahnya. Namun, sesaat senyuman itu berubah menjadi duka. Duka cita cinta di bawah langit yang berpayung mendung; hitam dan legam.
    Bagaikan dalam sebuah adegan drama sandiwara. Di bawah derai hujan, kerumun masa memandangiku penuh haru dan keprihatinan. Mereka menyaksikanku memangku tubuh lemah yang berlumur darah dan lemas tak berdaya setelah sebuah minibus menyambar tubuh gadisku. "Ya Allah..!!" Kupeluk erat gadisku, aku berteriak keras, berlomba dengan gemuruh hujan dan suara petir yang menggelegar. Hujan tak hentinya mengguyur. Seakan ia acuh dengan air mata dan teriakanku. Aku terduduk lemas. Raung suara sirine ambulance menambah suasana terasa mengiris pedih menyayat hati. [Naura]*

    "Bagaimana kabar keluarga di Jogja, Bu?" Dalam perjalanan, aku baru menanyakan keadaan di Jogja sama Ibu. Ayah yang duduk di bangku depan menghela nafas panjang mendengar pertanyaanku pada Ibu.
    "Kami belum mengetahui kabar keluarga pamanmu, dan juga kabar Airin di Jogja, Ar." Ayah menjawab pertanyaan yang aku lontarkan pada Ibu. "Kami menunggu kamu pulang, Ar. Nanti kita berangkat ke Jogja bersama untuk melihat keadaan disana." Ibuku melanjutkan kata-kata Ayahku. [Twilight in a Train-2]*


    Basis kata-kata indah tentang lingkungan membuat saya tidak ragu bahwa Djacka Artub adalah seorang naturalis. Trik-trik yang mengagetkan kadang membuat saya meludah muak kaget tertawa senyum menangis bahkan meraung.
    Cobalah Pembaca cermati penutup buku ini: “Gaun pengantin yang telah aku persiapkan, tetap tergantung rapi dalam lemari tanpa kami kenakan untuk melangsungkan pesta pernikahan.” Orang boleh percaya atau tidak dalam umur senja sekarang ini, saya tidak pernah memikirkan gaun khusus untuk pengantin, eh… gaun itu justru terbang sia-sia dalam lemari. Itu yang menyebabkan saya meraung, alangkah beda nasib seseorang dengan yang lainnya.
- Soesilo Toer -


Penulis DJACKA ARTUB
Penyunting SOESILO TOER
Penerbit PATABA PRESS
Cetakan Pertama November 2017
Tebal Buku x 146 halaman 145 x 205cm
ISBN 978-602- 5604-00-3
Harga Rp. 40.000 (Belum termasuk ongkos kirim).

Pesan Via Whatsapp : 081230900360 (penulis)
IG penerbit https://www.instagram.com/patabablora6
Read More