Jumat, Januari 12, 2018

Tanda Elipsis dan Kegunaannya

Elipsis dan Kegunaannya


   Di dalam dunia kepenulisan, tentunya ada beberapa tanda baca yang harus dipatuhi bagi seorang penulis agar tulisannya mudah untuk dipahami. Selain tanda titik, koma, titik-koma, dll. Ada tanda baca yang bernama Elipsis.
Dan untuk kesempatan kali ini, saya akan mempelajari tentang tanda elipsis. Kenapa saya bilang 'Saya akan mempelajari?' Karena saya memang akan belajar. Dan tulisan ini pun saya buat agar suatu saat jika saya atau anak turun saya membutuhkan, bisa dengan mudah untuk menemukannya. Hehe
Dan jika tulisan saya ini ada yang salah atau kurang, mohon dibenarkan atau ditambahi pada kolom komentar.

   Sebelum kita mengetahui kegunaan tanda titik elipsis, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu elipsis.
Elipsis adalah tanda titik-titik yang biasanya terdiri dari tiga buah titik berderet ( ... ), yang menurut pedoman umum Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), tiga buah tanda titik berderet ini memiliki dua kegunaan. Yang pertama adalah untuk menggambarkan kalimat yang terputus-putus atau jeda kalimat, dan yang kedua adalah untuk menunjukkan bahwa dalam kalimat itu ada bagian yang dihilangkan.

   Tanda elipsis dapat menunjuk pada suatu pembicaraan, pikiran yang belum selesai, atau penurunan volume pembicaraan yang menuju pada suatu situasi yang senyap. Oleh karena itu, tanda elipsis sering kita jumpai pada kalimat langsung atau dialog daripada kalimat tidak langsung.


Kegunaan Elipsis Pada Kalimat Langsung atau Dialog.

   Oleh karena tanda elipsis dapat menunjuk pada suatu pembicaraan, pada kalimat langsung atau dialog, maka tanda elipsis digunakan untuk meciptakan agar kalimat percakapan terkesan lebih hidup karena adanya efek jeda. Saya juga menyebut tanda elipsis ini adalah tanda jeda dalam suatu kalimat. Hal tersebut sesuai kegunaan  tanda elipsis yang pertama, yaitu untuk menggambarkan kalimat yang terputus-putus. Maka, orang yang membaca akan mudah untuk memahami keadaan yang sedang terjadi dalam percakapan tersebut.
Misalnya,
~ Entahlah ... Aku pun tak tahu siapa di balik semua ini.
~ Baiklah ... Aku tak bisa melarangmu.
~ Tapi ... Ah, sudahlah.

   Contoh di atas adalah hadirnya tanda elipsis pada kalimat langsung atau dalam dialog. Tetapi kehadiran tanda elipsis pada kalimat tak langsung akan sulit dipahami. Hal tersebut sesuai dengan kegunaan tanda elipsis yang kedua, yaitu penghilangan bagian dalam suatu kalimat. Dan penggunaan tanda elipsis pada kalimat tak langsung ini memang jarang sekali terjadi, apalagi dalam  sebuah tulisan karya ilmiah. Tetapi, lain halnya dalam karya sastra seperti puisi atau prosa. Tanda elipsis sangat dibutuhkan dalam karya sastra karena akan  memudahkan pembaca untuk memahami dan menghayati isi dari karya sastra tersebut.

   Kesalahan umum yang sering terjadi dalam penggunaan tanda elipsis adalah jumlah titik kurang atau lebih dari tiga buah. Namun ada juga tanda elipsis yang terlihat seperti empat buah tanda titik, tetapi sebenarnya cuma tiga. Misalnya, tanda elipsis yang terdapat pada akhir kalimat. Penggunaan tanda elipsis pada akhir kalimat memang berbeda dengan penggunaan tanda elipsis yang berada di antara dua kata atau di tengah kalimat. Jika di tengah kalimat, penggunaan tanda elipsis terdiri dari tiga buah tanda titik yang diapit oleh spasi antara dua kata atau kalimat sebelum dan kalimat sesudahnya. Perhatikan contoh di atas 👆. Tetapi jika tanda elipsis terletak di akhir kalimat, maka format penggunaannya tetap dibubuhkan spasi sebelum tanda elipsis, yang kemudian ditambah satu titik sebagai akhir dari sebuah kalimat tanpa jeda spasi. Oleh karena itu, tanda elipsis di akhir kalimat seperti terdiri dari empat buah tanda titik. Padahal sebenarnya tetap tiga buah tanda titik,, kemudian ditambah satu titik sebagai akhir kalimat.

   Nah, itulah tanda elipsis dan kegunaannya yang dapat saya pelajari pada kesempatan kali ini. Jika ada yang salah dan kurang, silahkan ditambahkan dalam kolom komentar di bawah sana 👇. Hehe


Referensi bacaan: Ketikakuberkata, Bahasa dan Sastra Indonesia. 
Read More