Header Ads

  • Breaking News

    Perawan Desa

    Perawan Desa


    Perawan Desa

    Oleh: Djacka Artub


    Gulita malam kian kelam
    Rintik gerimis tak jua menghilang
    Gelap mencekam
    Rindu 'pun tenggelam.

    Terlintas dalam tatap netra
    Bayang rupawan perawan desa
    Ayu wajahnya
    Elok hijab berhias iman.

    Perawan desa(ku) ...
    Aku rindu
    Rindu yang kian membeku
    Menggumpal-sumbat palung kalbu.

    Adakah rindu ini 'kan terjawab?
    Adakah malam ini kau jua tak lelap?
    Entah lah... Aku terjebak.
    Terjebak rindu yang gelap.

    'Ku lampiaskan rasa pada pena
    'Ku goreskan tinta pada putih kertas
    Aku bersenggama dengan aksara
    Mengukir rasa yang entah 'kan terbalas.


    Tuban, 16 Januari 2017
    Djacka Artub






    21 comments:

    1. Oh.. Ini toh efek habis hujan semalam 😂
      Jangan sering kehujanan mas, bisa-bisa artikelnya penuh puisi 😹

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha... justru aku ingin selalu hujan2an, mas. Supaya ide galau selalu muncul. Soalnya awal blog ini tujuannya untuk share puisi dan cerpen. :-D

        Delete
    2. Perawan Desa...
      Sangatlah ingin ragamu ku dekap
      bla bla bla... hahaha...

      Aku Nggak jago puisi :D

      Keren mas...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hahaha...
        Aku juga nggak jago bikin puisi, mas. Cuma kadang kalau lagi muncul imajinasi aja biasanya aku nulis puisi. :-D

        Delete
    3. saya malah dapet perawan desa, anak pak lurah, paling cantik di desanya...dong nih

      ReplyDelete
    4. Judul puisinya keren yah, perawan desa

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yah, begitulah, mas.
        Mau bikin judul gadis desa kayaknya ya kurang keren. 😁😁😁

        Delete
    5. perawan desaku aku rindu nyanyianmu
      saat pagi menjelah bumi
      engkau subak embun pagi
      gemulai tarian pagi
      mengajakku membuang gigil
      engkaulah perawan desa
      yang kerap membakar semangat

      ReplyDelete
      Replies
      1. Embun menetes basah
        Rona jingga menyambut pagi.
        Elok wajah kupandang
        Kopi hitam ditangannya.

        Oh ... Perawan desa(ku)...
        😁😁😁

        Delete
    6. Perawan desa jangan tinggslkan aku
      Karena sku sangat merindukanmu

      Cie.. Cie..

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ah, sayangnya dia sudah pergi terlalu jauh. Wkwkwk

        Delete
    7. fotone ayu tenan mas. sopo kuwi jenenge?

      entah ... jaman sekarang banyak gadis yang sudah tdk perawan akibat ... ya , begitulah kira-kiraa mas.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Mas Beny suka gitu dech. Kalau ada yg kinclong langsung tanya sopo jenenge.. Hahaha

        Yaaa... Kalau soal gadis yang bukan perawan itu juga udah ada lagunya, mas.
        Coba dech cari lagunya. Enak kok didengerin sambil bobo'. 😁😁😁😁

        Delete
    8. fotone ayu tenan mas. sopo kuwi jenenge?

      entah ... jaman sekarang banyak gadis yang sudah tdk perawan akibat ... ya , begitulah kira-kiraa mas.

      ReplyDelete
    9. cie..mas djacka nih..lagi memfokuskan sama perawan desaa nihh yang masih begitu mempesona dan membuat aura nya...duhh...wkwkwkwk

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yaahhh... Dicie cie lagi nih. Hahaha
        Akibat hujan semalam, mas. Jadinya aku teringat seseorang yang mempesona itu.
        Tapi sayang,... Hahaha

        Delete
    10. katanya kemarin ini foto istri orang tp lha kok judunya perawan desa :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hehehe... Kemarin itu untuk hari sekarang, trus judulnya itu untuk dua tahun yang lalu. :-D

        Delete

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad