Senin, Oktober 31, 2016

Puisi - Sahabat Pena





Sahabat Pena

Ku tatap lekat bebintang yang terselimut kabut
Getar hati berpayung kemelut; rindu.
Ku pegang pena
Dan ... ku tuliskan puisiku.

Melalui tarian lembut jemari
Ku toreh kata hati, dalam aksara pena.
'Ku harap ... rembulan 'kan bersinar terang
Menyambut redup gemintang.

Ingin ku tatap wajah bulan
Ikhlas menumpah rasa hati pada bintang.
Ingin ku dengar petik denting gitar
Mengalun syahdu, menumpahkan rasa rindu.

Sahabat pena ...
Melalui kata pena, kita saling sapa
Dan ... Bersahabat dalam aksara pena.
Lalu ... kita jatuh cinta.


Surabaya, 31 Oktober 2016
Djacka Artub

Advertisement **

16 komentar

Perasaan tadi itu ada banyak banget pembaharuan dari blog ini di notifku, ada cerpen 'Cinlok' trus apa yah tadi. Tapi pas masuk ke blognya nggak ada. Cuma ini yang terbaru.

Apa mungkin karena postingan itu berkas import dari mwb ya, Om?

Hehe.. Iya, Non Anggi..
Mungkin yang banyak masuk di pembaharuan itu memang post import.
Om baru sempat bikin postingan baru di atas.

Ciyee, Kalau sahabat pena anda baca ini mungkin kelepak2 kang, hehe!

Cie... cie.. karena pena bisa jatuh cinta. Tapi bagus juga kok jatuh cinta sesama pecinta pena itu akan lebih mulia karena punya hobi yang sama.

Tapi, aku kok jadi baper, ya.. ckckck

Kok malah podo cie cie kabeh toh.wkwkwk
Aku malah baper kalu dicie cie-in... hahaha

sahabat pena
ada mu membuatku ingin menuliskan sesuatu
tentang kisah yang mungkin belum sempat engkau tahu

sahabat pena
karenamu ku selalu ingin mengukir aksara
dalam barisan yang sederhana
hingga menjadi suara yang bermakna

sahabat pena
kurindu akan hadirmu
celotehmu yang jenaka
lewat cerita tanpa suara
mengundangku untuk tertawa

hahaha ....
selamat pagi sahabat pena

Sahabat Pena semoga tetap sedia beruntun dalam cinta dan damai.

Ini kenapa pada baper semua hehehe

Oh, kirain apa aku yang salah follow blognya ya.

hmmm ternyata lagi musim yo, awal sahabat trus jadi cinta.haha (ngmng pa sich ak nih)

blognya bagus, mas. edit'a pke apa iy? PC or Hp?

Hahayy.... Keren juga puisi sahabat pena dari Ning Maya.

Eh'hemm.... selamat sore, sahabat pena.

Tauk tuch... Mungkin pada lagi ngalamin cinta sama sahabat pena. Wkwkwkk

Cieee... sepertinya lagi ngalamin juga nih, jatuh cinta sama sahabatnya. Haha

Eh'hemm... Makasih, mbak Yuni..
Aku pakai hp. Belum mampu beli PC soalnya. Hehe

oh sahabat pena ya mas.., oke aku sahabat potlot., kan pena sama potlot kan bersaudara cuma agak muda dikit., wkwkwk.


Engkau adalah,
Keindahan diatas bunga salju disaat kutub membisu
Menyelaraskan setiap jaman diantara sunyinya malam
Menghapuskan kepenatan mata elang yang kelaparan
Engkau adalah,
Keterbatasan ruang dan waktu
Antara yang putih dan yang hitam
Antara kebaikan dan kejahatan
Antara senyum dan air mata
Antara siang dan malam
Antara hidup dan kematian
Antara aku dan mimpiku
Engkau adalah sesuatu dalam diriku.

Ya, nggak apa apa lah, mas. Pena sama potlot masih saudara kandung kok. Haha

Eh'hemmm..... Puisi mas Jen sangat cetar membahenol ternyata. Wkwkwk


EmoticonEmoticon