Jumat, April 13, 2018

Tak Tersentuh




Tak Tersentuh


Jauh di pelosok ujung kulon bumi wali
Jalan berkelok penuh lubang dan kerikil yang tajam.
Lebih dari tiga warsa
Anak-anak tak lagi merasakan nyaman saat berangkat dan pulang sekolah.

Jalan desa tak lagi mulus
Jembatan penghubung tergerus arus
Putus
Terbengkalai tak terurus.

Terenyuh melihatnya
Dalam hati pun aku bertanya
Apakah keadaan seperti ini akan berlanjut selamanya?
Tak adakah niat para penguasa untuk menyentuhnya?

Oh ... Nasib desaku yang tak tersentuh
Terisolir dan ter-anaktiri-kan
Kaki-kaki mungil pun melepuh
Ter-rajam kerikil-kerikil tajam jalanan.



Sekaran, 13/04/2018
Djacka Artub
Advertisement **

16 komentar

Semoga setelah artikel ini dimuat, kondisi desa tempat mas Djacka segera diperhatikan pemerintah dan cepat diperbaiki.
Syukur2 dibuat lebih bagus dan bisa jadi desa wisata.

Aamiin...
Semoga saja pemerintah setempat segera memperbaiki fasilitas² umum di daerah² terpencil, kang.

Amin ya,mas ... segera ditangani pelaksanaan pembangunannya.
Tetap semangat,mas ...

Sama seperti desaku dulu. Memang nasib desa terpencil kadang seperti tak terurus. Tapi gapapa sekarang ada program pak presiden untuk memakmurkan desa desa terpencil. Semoga desa mas segera dimakmurkan

Nasib hidup di plosok ya gitu, sering terlupakan

Setitik embun penyejuk jiwa
Semoga asa terdengar akan mereka
Duhai sang penguasa
Tengoklah sejenak di sudut desa
Bantulah sebelum meradang menggores kata

hehe nyambung nggak ya

Semoga segera diperbaiki ya, Mas. Dengan artikel ini semoga ada yang ikut bergerak juga untuk memajukan desa :)

Siyap, kang. Saya akan selalu semangat dalam keterbatasan. Hehe

Aamiin... Semoga saja program pemerintah untuk memakmurkan desa terpencil bisa terealisasi secara merata.
Terima kasih atas doa dan kunjungannya, kang.

Terlupakan dan terabaikan. Haha

Uwiuww.... Mantap bener kata²nya. Apalagi pada baris terakhir, 'Bantulah sebelum meradang menggores kata'. Karena jika telah meradang dan menggores kata, maka akan tercorenglah muka sang penguasa.
😆👍👍👍👍

Aamiin...
Semoga saja, mas. Jangan setelah terjadi musibah baru pada heboh mencari siapa yg salah dan saling menyalahkan. :)

Dan setelah tiga hari artikel ini dimuat, di Tuban benar terjadi musibah jembatan runtuh dan memakan korban jiwa.
Siapa yg salah? Tidak perlu mencari siapa yg salah dan saling menyalahkan. Cukup dijadikan renungan saja. hihi hihi

Sebuah desa yang mungil yang tersisihkan oleh kejamnya ibukota....semoga pemerintah daerah mau memberi keputusan yang terbaik demi pembangunan desa tersebut.

sabar,,
tak bantu doa dari jauh kang, semoga cepat di pulihkan.

Hmpir sma dengan keadaan desa saya.


EmoticonEmoticon

Untuk Melihat Semua Isi Blog
Silahkan Klik

LINK DAFTAR ISI BLOG